Koneksi Antar Materi (Kesimpulan, Refleksi Pengetahuan dan Pengalaman Baru CGP dari Pemikiran Ki Hajar Dewantara)

Koneksi Antar Materi (Kesimpulan, Refleksi Pengetahuan dan Pengalaman Baru CGP dari Pemikiran Ki Hajar Dewantara)

 


Oleh     : Dwi Agus Sutomo

PPG PRAJABATAN 2022 UNNES

Pendidikan Nasional Indonesia telah meletakkan dasar-dasar pentingnya melalui beberapa pengalaman,. Dengan adanya pengalaman, menjadi faktor utama Ki Hajar Dewantara mau memprakarsai pendidikan nasional. Ki Hajar Dewantara sebagai "Bapak" pendidikan nasional Indonesia. Konsep-konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara menjadi landasan kebijakan pendidikan nasional. konsep yang dibawa adalah konsep pelajar pancasila, sebagaimana visi dan misi nya yaitu beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, Mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, dan berkebhinekaan global.

Setelah mempelajari secara mendalam pemikiran pemikiran Ki Hajar Dewantara yang mengatakan anaka-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri, pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu. perumpamaan lain adalah "apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri. bermanfaat bagi bangsanya dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umunya". Dari pemikiran diatas dapat diartikan bahwa menjadi seorang guru seharusnya menempatkan diri sebagai fasilitator dan mediator pembelajaran, serta menjadi teladan dalam bersikap sehari-hari. Perkembangan jaman menuntut perkembangan cara mengajar juga, dimana di abad 21 siswa memperoleh segala informasi sangat mudah. jadi peran guru disini adalah sebagai mediator untuk mengamati segala kemampuan murid dan mengarahkannya dengan baik.

Pengetahuan lain yang diperoleh bahwa dalam menuntun perkembangan anak, Ki Hajar Dewantara mengibaratkan peran guru sebagai seorang petani atau tukang kebun. Anak-anak seperti biji tumbuhan yang disemai oleh pak tani. Bila biji jagung ditempatkan di tanah yang subur dengan mendapatkan sinar matahari dan pengairan yang baik maka meskipun biji jagung adalah bibit yang kurang baik dapat tumbuh dengan baik karena perhatian dan perawatan dari pak Tani. 

Demikian sebaliknya meskipun biji jagung itu yang disemai adalah bibit yang berkualitas baik namun tumbuh di lahan yang gersang dan tidak mendapatkan pengairan dan cahaya matahari nserta tangan dingin dari pak Tani, maka biji jagung itu mungkin tumbuh namun tidak optimal. Filosofinya adalah bahwa guru memegang peran penting dalam tumbuh kembang potensi yang dimiliki anak, bagaimana guru menuntun dan mengarahkan anak menjadi penentu perkembangan belajar anak.

Langkah yang telah dicontohkan oleh Ki Hajar Dewantara perlu dilakukan untuk bentuk perubahan paradigma pembelajaran dengan membuat rancangan atau desain proses pembelajaran yang mengintegrasikan pemikiran pemikiran Ki Hajar Dewantara.

Komentar